10/21/11

Yang Perlu Diperhatikan Dalam Utang Piutang

Dalam kehidupan sehari-hari,kadang kita tak terlepas dari masalah utang piutang dalam memenuhi kebutuhan hidup.Namun demikian,jangan sampai kita terjebak kedalam utang yang terus-menerus demi kebutuhan konsumtif.
Berutang sebaiknya dilakukan pada saat urgent atau untuk kebutuhan yang sangat mendesak.
Salahkah kita berutang? tentu tidak. Utang adalah
salah satu muamalah yang
dihalalkan. Bahkan, Islam sudah
mengatur dengan sangat indah.

Bagi yang berutang, ada
beberapa hal yang harus
diperhatikan:

1. Tak perlu malu/gengsi
Terlebih jika memang untuk
kebutuhan mendesak yang tidak
bisa ditunda. Semisal anggota
keluarga sakit, kecelakaan, kena
musibah, dll.

2. Tolak riba
Bagaimanapun mendesaknya
kebutuhan kita, jangan sampai
menerima bantuan mengandung
riba, karena jelas keharamannya.
Teruslah berusaha mencari
pinjaman yang tidak
mensyaratkan bunga, insya Allah
pasti ada jalan. Jika tidak ada,
lebih baik jual barang berharga.

3. Pilih orang terpercaya
Setidaknya kita paham
akidahnya, sehingga utang tidak
menjadi fitnah. Banyak kasus,
silaturahmi bubar hanya gara-
gara utang-piutang. Seperti, sang
piutang menceritakan ke sana-
sini bahwa kita tukang berutang.
Atau, dia menagih utang tanpa
ada toleransi alias ngajak ribut.

4. Segera bayar
Utang sifatnya wajib dibayar. Jika
sudah ada kelonggaran,
segeralah membayar utang dan
jangan sengaja menunda-nunda.
Rasulullah SAW bersabda: “Yang
terbunuh di jalan Allah (syahid)
akan dihapuskan semua dosanya
kecuali utang.” (HR Muslim)

5. Hindari konsumtif
Jika tidak mendesak, sebisa
mungkin hindari utang untuk
kebutuhan konsumtif. Lebih baik
untuk tujuan produktif, seperti
modal usaha. Dengan begitu jika
mendapat keuntungan, kelak
akan memperbaiki hidup
sehingga ke depan tak perlu
berutang lagi.

6. Catat
Utang wajib dibayar sampai kita
meninggal. Untuk menghindari
lupa, catatlah semua utang kita
sekecil apapun, sehingga ketika
kita meninggalpun bisa
dibayarkan oleh ahli waris.

Sementara itu, bagi pihak yang
diutangi, hendaklah
memperhatikan beberapa hal
berikut:

1. Ringankan tangan
Memberi utang ibarat setengah
sedekah. Rasulullah SAW berkata,
“Sesungguhnya memberi
pinjaman (hutang) itu
menempati kedudukan setengah
sedekah.”

2. Melonggarkan tenggang
waktu
Jika pengutang belum bisa
membayar sesuai waktu yang
dijanjikan, dan benar-benar
karena memang belum punya,
hendaklah berlapang dada
memundurkan waktu. Rasulullah
SAW berkata, “Barangsiapa
memberi tempo kepada orang
yang belum mampu melunasi
utangnya, maka ia setiap hari
seperti bersedekah sejumlah
barang yang ia utangkan.”

3. Membebaskan utang
Jika peminjam tak bisa melunasi
utang, meski sudah diberi
toleransi waktu yang panjang,
bisa jadi memang dia benar-
benar tak mampu. Orang seperti
ini, layaknya diberi sedekah,
bukan diutangi. Karena itu,
ikhlaskanlah. Insya Allah besar
pahalanya. “Barangsiapa yang
mau diselamatkan Allah dari
kesusahan pada hari kiamat,
maka hendaklah dia memberi
kelonggaran kepada orang yang
kesulitan atau membebaskan
utangnya.” (HR. Muslim).

Demikianlah, Islam
menganjurkan kaum Muslimin
untuk saling tolong menolong
dengan utang-piutang dilandasi
empati dan jalinan kekerabatan.

Source :
mediaumat

9/17/11

Mengenal Jenis Dzikir

Dalam kitab Al Wabilush
Shoyyib, juga kitab lainnya
yaitu Madarijus Salikin dan Jala-ul
Afham, ibnul Qoyyim rahimahullah membahas mengenai
berbagai jenis dzikir. Disitu dikatakan bahwa dzikir
tidak terbatas pada bacaan dzikir
seperti tasbih (subhanallah),
tahmid (alhamdulillah) dan takbir
(Allahu akbar) saja. Tetapi
dzikir itu lebih luas dari itu.
Mengingat-ingat nikmat Allah
juga termasuk dzikir. Begitu pula
mengingat perintah Allah
sehingga seseorang segera
menjalankan perintah tersebut,
itu juga termasuk dzikir.
Selengkapnya berikut penjelasan beliau.

Dzikir itu ada tiga jenis:

Jenis Pertama:
Dzikir dengan mengingat nama
dan sifat Allah serta memuji,
mensucikan Allah dari sesuatu
yang tidak layak bagi-Nya.
Dzikir jenis ini ada dua macam:
Macam pertama: Sekedar
menyanjung Allah seperti
mengucapkan “subhanallah wal
hamdulillah wa laa ilaha illallah
wallahu akbar”, “subhanallah wa
bihamdih”, “laa ilaha illallah
wahdahu laa syarika lah lahul
mulku wa lahul hamdu wa huwa
‘ala kulli syai-in qodiir”.
Dzikir dari macam pertama ini
yang utama adalah apabila dzikir
tersebut lebih mencakup banyak
sanjungan dan lebih umum
seperti ucapan “subhanallah
‘adada kholqih” (Maha suci Allah
sebanyak jumlah makhluk-Nya).
Ucapan dzikir ini lebih afdhol
dari ucapan “subhanallah” saja.
Macam kedua: Menyebut
konsekuensi dari nama dan sifat
Allah atau sekedar menceritakan
tentang Allah. Contohnya adalah
seperti mengatakan, “Allah Maha
Mendengar segala yang
diucapkan hamba-Nya”, “Allah
Maha Melihat segala gerakan
hamba-Nya, “tidak mungkin
perbuatan hamba yang samar
dari penglihatan Allah”, “Allah
Maha menyayangi hamba-Nya”,
“Allah kuasa atas segala
sesuatu”, “Allah sangat bahagia
dengan taubat hamba-Nya.”
Dan sebaik-baik dzikir jenis ini
adalah dengan memuji Allah
sesuai dengan yang Allah puji
pada diri-Nya dan memuji Allah
sesuai dengan yang Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
memuji-Nya, yang
dilakukan tanpa
menyelewengkan, tanpa menolak
makna, tanpa menyerupakan
atau tanpa memisalkan-Nya
dengan makhluk.

Jenis Kedua:
Dzikir dengan mengingat
perintah, larangan dan hukum
Allah.
Dzikir jenis ini ada dua macam:
Macam pertama: Mengingat
perintah dan larangan Allah, apa
yang Allah cintai dan apa yang
Allah murkai.
Macam kedua: Mengingat
perintah Allah lantas segera
menjalankannya dan mengingat
larangan-Nya lantas segera
menjauh darinya.
Jika kedua macam dzikir (pada
jenis kedua ini) tergabung, maka
itulah sebaik-baik dan semulia-
mulianya dzikir. Dzikir seperti ini
tentu lebih mendatangkan
banyak faedah. Dzikir macam
kedua (pada jenis kedua ini),
itulah yang disebut fiqih akbar.
Sedangkan dzikir macam
pertama masih termasuk dzikir
yang utama jika benar niatnya.

Jenis ketiga:
Dzikir dengan mengingat
berbagai nikmat dan kebaikan
yang Allah beri.

Dzikir dengan Hati dan Lisan
Dzikir bisa jadi dengan hati dan
lisan. Dzikir semacam inilah yang
merupakan seutama-utamanya
dzikir.
Dzikir kadang pula dengan hati
saja. Ini termasuk tingkatan
dzikir yang kedua.
Dzikir kadang pula dengan lisan
saja. Ini termasuk tingkatan
dzikir yang ketiga.
Sebaik-baik dzikir adalah dengan
hati dan lisan. Jika dzikir dengan
hati saja, maka itu lebih baik dari
dzikir yang hanya sekedar di
lisan. Karena dzikir hati
membuahkan ma’rifah,
mahabbah (cinta), menimbulkan
rasa malu, takut, dan semakin
mendekatkan diri pada Allah.
Sedangkan dzikir yang hanya
sekedar di lisan tidak
membuahkan hal-hal tadi.

Dari apa yang disampaikan
oleh Ibnul Qayyim di atas, dapat disimpulkan bahwa duduk di
majelis ilmu yang membahas
bagaimana mengenal Allah
melalui nama dan sifat-Nya,
bagaimana mengetahui secara
detail hukum-hukum Allah
berupa perintah dan larangan-
Nya, itu semua termasuk dzikir.
Bahkan jika sampai ilmu itu
membuahkan seseorang
bersegera taat pada Allah dan
menjauhi larangan-Nya, itu bisa
menjadi dzikir yang utama
sebagaimana yang dikatakan
oleh Ibnul Qayyim sebagai fiqih
akbar. Namun jika sekedar
mengilmuinya saja, itu pun
sudah termasuk dzikir. Itu berarti
bukan suatu hal yang sia-sia jika
seseorang berlama-lama duduk
di majelis ilmu untuk
mendengarkan nasehat para
ulama yang mana di dalamnya
dibahas hal yang lebih detail
tentang Allah, berbagai perintah dan larangan-
Nya. Ini sungguh merupakan
dzikir yang amat utama.
Semoga Allah menganugerahkan
pada kita semangat dan
keistiqomahan untuk terus
belajar dan tidak lalai dari dzikir pada-Nya.

Source : muslim

9/15/11

Tips Memulai Usaha Sampingan

Bila merasa penghasilan selama ini kurang sebagai seorang karyawan/pegawai,maka solusinya kita mesti mencari alternatif lain untuk menambah pundi-pundi penghasilan.Salah satunya adalah menjalankan usaha sampingan.Tak perlu gegabah langsung keluar dari pekerjaan yang ada,sebagai antisipasi apabila usaha yang kita rintis gagal.
Untuk memulai suatu usaha,kadang kita bingung dan timbul pertanyaan "harus memulai darimana ya?, jenis usaha yang cocok buat saya apa ya kira-kira?,bisa jalan apa ga nantinya?" dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang kadang membuat kita ragu untuk memulai.
Kata pepatah,"setiap sesuatu diawali dari mulai" (entah darimana saya dapat pepatah ni, hee..) yang pasti untuk memulai sesuatu kita harus punya keberanian dalam menghadapi resiko yang menyertainya.Seperti halnya anak kecil yang akan belajar berjalan,walaupun berulang kali jatuh bangun-toh mereka berani dan tidak jera-sampai akhirnya berhasil.
Berikut beberapa tips sederhana untuk memulai usaha.

1. Mulai dari yang di sukai
Kita bisa mulai mencoba
membuka usaha yang sesuai
dengan hobi atau kesukaan
kita. Karena kalau sudah
suka, tentu tidak akan cepat
bosan dan mudah menyerah
menjalankannya walaupun
mungkin di masa-masa awal
akan ada banyak tantangan.
2. Mulai dari yang kita kuasai
Atau bisa mencoba dengan
membuka usaha yang
memang sudah kita kuasai
bidangnya. Waluapun belum
berpengalaman
berwirausaha, yakinlah keahlian yang ada
bisa dimanfaatkan. Misalnya
saja anda menguasai tekhnik merangkai bunga,atau pembudidayaan tanaman hias,anda bisa mulai
usaha merangkai bunga atau penjual tanaman hias.Catering,membuat kue,jasa pengetikan dll.
3. Pilih usaha yang bisa dijalankan disela-sela waktu kerja (waktu istirahat misalnya),atau diluar jam kerja agar tidak mengganggu kinerja kita.Misalnya jual voucher pulsa,bisnis jaringan (MLM) yang tidak butuh banyak waktu.
4. Perhatikan lingkungan tempat kerja kita, apa saja yang banyak dibutuhkan tetapi kurang ketersediaanya,hal tersebut bisa kita jadikan peluang sebagai usaha.
5. Telusuri kemana saja uang mengalir.
Cara lain yang bisa bisa
lakukan adalah dengan
menelusuri kemana saja uang
mengalir selama ini. Tujuan
membuka usaha ini adalah
untuk menambah
penghasilan,maka
kita perlu melihat
bagaimana caranya uang
berputar. Berpindah tangan
dari konsumen ke penjual,
agen, produsen dan
seterusnya. Coba lihat bahwa
anda selama ini
mengeluarkan uang untuk
membeli keperluan hidup.Teliti satu
persatu arus uang yang
sudah dikeluarkan pada
sopir angkot, pengusaha
makanan, toko dan
sebagainya. Mungkin ada
salah satu celah dimana kita
bisa menikmati keuntungan
dari arus uang tadi.
6. Jangan pernah takut untuk mencoba dan gagal!
Anggap saja kegagalan adalah sebuah tantangan untuk kita bangkit lagi memotivasi diri.Para ilmuwan tidak hanya sekali bereksperimen dalam menciptakan sebuah penemuan,tetapi berulang kali gagal tanpa pernah menyerah.
7. Bila gagal dalam satu hal,cari dan coba hal lain yang mungkin lebih sesuai dengan kondisi kita.Pantang menyerah dan istiqomah.
Semoga manfaat,insyaallah.

Berbagai sumber.

9/14/11

Ritual Tolak Bala

Pada dasarnya,ritual tolak bala’
sama sekali bukan ajaran Islam.
Namun, oleh sebagian kalangan,
ritual ini dikemas dengan
berbagai atribut Islam, dan
dianggap sebagai muatan lokal
yang mewarnai dan
memperkaya Islam. Padahal, itu
sama saja dengan mencampur-
adukkan yang hak dengan yang
bathil. Muatan lokal boleh saja,
sejauh tidak bertentangan
dengan akidah.
Ritual tolak bala’ tidak bisa
dikatakan sebagai fenomena
kultural semata, karena dalam
perspektif Islam, hal itu
bertentangan dengan akidah.
Selain itu, ritual tolak bala’ justru
menjadi syariat agama-agama
di luar Islam, seperti Konghucu,
Budha, dan sebagainya. Dengan
demikian, mempraktekkan ritual
tolak bala’, sama saja dengan
menjalankan syari’at agama non
Islam yang paganis alias
berhalais.
Masalahnya, oleh sebagian
kalangan, ritual tolak bala’
dipaksakan untuk mendapat
tempat terhormat, yaitu
diposisikan sebagai tradisi
warisan luhur nenek moyang,
atau sebagai budaya bangsa
yang harus dilestarikan, dan
sebagainya. Padahal, ritual-ritual
semacam itu selain menguras
waktu, tenaga dan biaya, juga
bermuatan pembodohan
terhadap rakyat kebanyakan
bahkan penyesatan yang nyata.
Pemaksaan itu nampaknya
berhasil di sebagian kalangan.
Sehingga mereka yang sehari-
hari mengaku beragama Islam
pun, mempraktikkan ritual tolak
bala’ yang sarat pembodohan
dan syirkiyah (kemusyrikan,
dosa paling besar, dan tidak
diampuni Allah Ta’ala bila
pelakunya meninggal dalam
keadaan belum bertaubat) itu.

Hukum Tumbal dan Sesajen dalam Islam

Mempersembahkan kurban
yang berarti mengeluarkan
sebagian harta dengan tujuan
untuk mendekatkan diri kepada
Allah SWT,adalah suatu
bentuk ibadah besar dan agung
yang hanya pantas ditujukan
kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam
firman-Nya,
ﻗُﻞْ ﺇِﻥَّ ﺻَﻼﺗِﻲ ﻭَﻧُﺴُﻜِﻲ
ﻭَﻣَﺤْﻴَﺎﻱَ ﻭَﻣَﻤَﺎﺗِﻲ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ
ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ
ﻭَﺑِﺬَﻟِﻚَ ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺃَﻭَّﻝُ
ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ
Katakanlah, “Sesungguhnya
shalatku, sembelihanku
(kurbanku), hidupku dan
matiku hanyalah untuk Allah,
Rabb semesta alam, tiada
sekutu baginya; dan demikian
itulah yang diperintahkan
kepadaku dan aku adalah orang
yang pertama-tama
menyerahkan diri (kepada
Allah).” (QS. al-An’aam [6] :
162-163)
Dalam ayat lain, Allah
SWT berfirman
kepada Nabi-Nya shallallahu
‘alaihi wa sallam,
ﻓَﺼَﻞِّ ﻟِﺮَﺑِّﻚَ ﻭَﺍﻧْﺤَﺮْ
“Maka, dirikanlah shalat karena
Rabb-mu (Allah Subhanahu wa
Ta’ala) dan berkurbanlah.” (QS.
Al-Kautsar [108] : 2)
Kedua ayat ini menunjukkan
agungnya keutamaan ibadah
shalat dan berkurban, karena
melakukan dua ibadah ini
merupakan bukti kecintaan
kepada Allah SWT dan pemurnian agama
bagi-Nya semata-mata, serta
pendekatan diri kepada-Nya
dengan hati, lisan dan anggota
badan, juga dengan
menyembelih kurban yang
merupakan pengorbanan harta
yang dicintai jiwa kepada Dzat
yang lebih dicintainya, yaitu
Allah Subhanahu wa Ta’ala.
(Kitab Taisiirul Kariimir
Rahmaan hal. 228)
Oleh karena itu, maka
mempersembahkan ibadah ini
kepada selain Allah Subhanahu
wa Ta’ala (baik itu jin, makhluk
halus ataupun manusia) dengan
tujuan untuk mengagungkan
dan mendekatkan diri
kepadanya, yang dikenal
dengan istilah tumbal atau
sesajen,adalah perbuatan dosa
yang sangat besar, bahkan
merupakan perbuatan syirik
besar yang bisa menyebabkan
pelakunya keluar dari agama
Islam (menjadi kafir).
Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman,
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺣَﺮَّﻡَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻴْﺘَﺔَ
ﻭَﺍﻟﺪَّﻡَ ﻭَﻟَﺤْﻢَ ﺍﻟْﺨِﻨﺰﻳﺮِ ﻭَﻣَﺎ
ﺃُﻫِﻞَّ ﺑِﻪِ ﻟِﻐَﻴْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ
“Sesungguhnya Allah hanya
mengharamkan bagimu
bangkai, darah, daging babi,
dan sembelihan yang
dipersembahkan kepada selain
Allah.” (QS. Al-Baqarah [2] : 173)
Imam Ibnu Jarir ath-Thabari
berkata, “Artinya, sembelihan
yang dipersembahkan kepada
sembahan (selain
AllahSubhanahu wa Ta’ala) dan
berhala, yang disebut nama
selain-Nya (ketika disembelih),
atau diperuntukkan kepada
sembahan-sembahan selain-
Nya.”(Kitab Jaami’ul Bayaan Fi
Ta’wiilil Quran 3/319).
Dalam sebuah hadits shahih,
dari Ali bin Abi Thalib
radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
ﻟَﻌَﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣَﻦْ ﺫَﺑَﺢَ ﻟِﻐَﻴْﺮِ
ﺍﻟﻠَّﻪِ
“Allah melaknat orang yang
menyembelih (berkurban)
untuk selain-Nya.” (HR. Muslim
No. 1978)
Hadits ini menunjukkan
ancaman besar bagi orang yang
menyembelih (berkurban)
untuk selain-Nya, dengan laknat
AllahSubhanahu wa Ta’ala yaitu
dijauhkan dari rahmat-Nya.
Karena perbuatan ini termasuk
dosa yang sangat besar, bahkan
termasuk perbuatan syirik
kepada,sehingga pelakunya
pantas untuk mandapatkan
laknat Allah Subhanahu wa
Ta’ala dan dijauhkan dari
rahmat-Nya.
Allahu'alam.

eramuslim
haji/tede/nahimunkar.com
muslim.or.id

9/13/11

Pesan Layanan Yang Mengganggu

Total 1 Milyar dr Indosat?
Hub *606*4# SEKARANG!
CS:02144237xxx

Pengirim
INDOSAT

Ini salah satu pesan yang saya terima dari indosat,pesan ini bagian kedua dari 2 pesan yang saya terima.Disamping banyak lagi pesan serupa yang hampir tiap hari saya terima,semisal "pelanggan yth,50jt anda hari ini belum diambil, hub *xxx*x*xx# cs 021xxx untuk dst...
Sejatinya ini adalah konten sisipan dari content provider.Bagi yang sudah mengerti,tentu akan abai dengan isi pesan seperti ini.Tapi bagi yang belum paham,mereka tidak bisa membedakan antara pesan layanan yang benar-benar berasal dari indosat atau pihak penyedia layanan lainnya.Mereka menganggap itu adalah layanan indosat,dan semakin yakin karena pengirimnya adalah indosat.Tidak tampak seperti penipuan yang terjadi mengatasnamakan operator,tetapi nomor ponsel pengirim tetap tercantum.
Tidak sedikit dari pengguna indosat yang merasa tertipu karena mengakses nomor yang tertera dan harus rela kehilangan pulsa perhari akibat menerima sms harian dari content provider,walaupun tidak banyak bila kontinyu terbebani juga.
Masyarakat awam pengguna ponsel yang paling sering mengeluhkan hal ini,dan paling banyak menjadi korban pemotongan pulsa.
Contoh paling dekat adalah istri dan salah satu rekan saya,sebelum akhirnya saya hentikan pulsa akan terus terpotong 2000 rupiah setiap harinya.Banyak lagi contoh semacam ini yang terjadi,bagi yang kurang mengerti ketentuan yang berlaku,akibat yang ditimbulkan,serta bagaimana cara menghentikan,mereka cenderung berganti nomor ponsel dengan membeli sim card baru.
Bagi saya pribadi ini sangat mengganggu,dan kecewa dengan apa yang dilakukan indosat ini.Menyisipkan pesan layanan konten pihak ketiga kedalam pesan layanannya,apalagi terkadang setiap hari dikirim ke pelanggan.
Harapanya indosat menghentikan model layanan seperti ini,agar pelanggan merasa nyaman,tidak merasa tertipu,tidak merasa terjebak oleh pesan layanan konten dan tetap setia menggunakan indosat.
Semoga indosat meninjau ulang kebijakannya,terkait pesan dari content provider yang disisipkan kedalam pesan layanan operator.



sidabenua

9/12/11

Copy Paste via Opera Mini

Copas (copy paste) tidak hanya bisa dilakukan via PC maupun notebook saja,melalui ponselpun hal ini bisa dilakukan yaitu via opera mini.Kita tinggal memanfaatkan fitur yang telah disediakan.
Bagi yang belum punya aplikasinya,silahkan download melalui web browser ponsel.Secara otomatis opera mini akan mendeteksi perambahan anda,dan menyarankan versi yang compatible.
download versi 5 keatas (v5,6.1 dst) sebab untuk versi dibawahnya tidak bisa dipakai untuk copy paste.
Untuk proses copas itu sendiri mudah sekali,anda tinggal googling artikel yang diinginkan.masuk kehalaman artikel tersebut.
Selanjutnya zoom in,arahkan cursor kebagian teks yang akan dicopas,click and hold (tekan dan tahan beberapa detik) tombol tengah,akan muncul java script "select text",klik tulisan tersebut.
Tekan start untuk mulai menandai teks,geser dan arahkan cursor kebagian teks yang akan di copy.Tekan "use" (pada keypad) bila telah selesai menandai,pilih "copy" di javascript yang muncul untuk menyimpan teks yang telah ditandai tadi.
Kitapun bisa googling terkait kata yang ditandai dengan memilih opsi "search" pada javascript yang muncul.
Langkah selanjutnya anda tinggal menempelkan (paste) hasil copyan tadi ke blog,catatan FaceBook,status atau laman-laman dimana anda bisa mengedit tulisan.Misalnya wikipedia,dengan catatan anda tidak lupa mencantumkan sumber dari artikel yang anda share tsb.
Perlu diketahui,hasil copyan tidak bisa di paste-kan kedalam konsep pesan diponsel.Kecuali tulisan yang ada di halaman html (misalnya ketika akan membuat postingan baru di blog),kita bisa mengedit,copy dan mem- paste-nya menjadi konsep ke menu pesan di ponsel.Untuk cara copas halaman html,akan dibahas diposting berikutnya.
(Udah capek jempol ku beradu ma keypad ^_^,maklum ngeblog via ponsel emang agak ribet,but I liked hehe..)
Semoga tulisan ini bisa membantu,mohon dilengkapi bila masih banyak yang kurang.

BelajarNgeblog

9/11/11

Nasihat Tentang Musibah

Semakin Kuat Iman,Semakin Diuji
Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari
ayahnya, ia berkata,
ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻯُّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﺷَﺪُّ ﺑَﻼَﺀً
“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling
berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjawab,
»ﺍﻷَﻧْﺒِﻴَﺎﺀُ ﺛُﻢَّ ﺍﻷَﻣْﺜَﻞُ ﻓَﺎﻷَﻣْﺜَﻞُ ﻓَﻴُﺒْﺘَﻠَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ
ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺴَﺐِ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﺩِﻳﻨُﻪُ ﺻُﻠْﺒًﺎ ﺍﺷْﺘَﺪَّ ﺑَﻼَﺅُﻩُ
ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻰ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﺭِﻗَّﺔٌ ﺍﺑْﺘُﻠِﻰَ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺴَﺐِ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﻓَﻤَﺎ
ﻳَﺒْﺮَﺡُ ﺍﻟْﺒَﻼَﺀُ ﺑِﺎﻟْﻌَﺒْﺪِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺘْﺮُﻛَﻪُ ﻳَﻤْﺸِﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻷَﺭْﺽِ
ﻣَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺧَﻄِﻴﺌَﺔٌ«
“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan
semisalnya lagi.
Seseorang akan diuji sesuai
dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya
begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula
ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan
diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang
hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan
hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan
bersih dari dosa.”(HR.Tirmidzi)

Di Balik Musibah,Pasti Ada Jalan Keluar
Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala
berfirman,
ﻓَﺈِﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
ﺇِﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)
Hal ini
menunjukkan bahwa bagaimana pun sulitnya,
akhir dari setiap kesulitan adalah kemudahan.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻭَﺃَﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮﺍً
“Bersama kesulitan, ada kemudahan.”(HR.Ahmad)
Merealisasikan Iman adalah dengan
Bersabar
‘Ali bin Abi Tholib mengatakan,
ﺍﻟﺼَّﺒْﺮُ ﻣِﻦَ ﺍﻹِﻳْﻤَﺎﻥِ ﺑِﻤَﻨْﺰِﻟَﺔِ ﺍﻟﺮَّﺃْﺱِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺠَﺴَﺪِ،
ﻭَﻟَﺎ ﺇِﻳْﻤَﺎﻥَ ﻟِﻤَﻦْ ﻻَ ﺻَﺒْﺮَ ﻟَﻪُ.
“Sabar dan iman adalah bagaikan kepala pada
jasad manusia. Oleh karenanya, tidak beriman
(dengan iman yang sempurna), jika seseorang
tidak memiliki kesabaran.”(Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis,hal 250)

Bersabar Dalam Musibah
Musibah datang dalam keadaan besar, yakni
terasa berat. Akan tetapi, lambat laut akan
menjadi ringan jika seseorang mau bersabar.
Bersabarlah Di Awal Musibah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟﺼَّﺒْﺮُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﺼَّﺪْﻣَﺔِ ﺍﻷُﻭﻟَﻰ
“Yang namanya sabar seharusnya dimulai ketika
awal ditimpa musibah.”(HR.Bukhari)
Itulah sabar yang
sebenarnya. Sabar yang sebenarnya bukanlah
ketika telah mengeluh lebih dulu di awal musibah.
Pahala Kesabaran
Ingatlah janji Allah,
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﻮَﻓَّﻰ ﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮُﻭﻥَ ﺃَﺟْﺮَﻫُﻢْ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣِﺴَﺎﺏٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar,
ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak
terhingga).” (QS. Az Zumar: 10).
Akan Mendapatkan Ganti yang Lebih Baik
Ummu Salamah -salah satu istri Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah
mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﺃُﻡَّ ﺳَﻠَﻤَﺔَ ﺯَﻭْﺝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ-ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ-
ﺗَﻘُﻮﻝُ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ-ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ-
ﻳَﻘُﻮﻝُ»ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻋَﺒْﺪٍ ﺗُﺼِﻴﺒُﻪُ ﻣُﺼِﻴﺒَﺔٌ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﺇِﻧَّﺎ ﻟِﻠَّﻪِ
ﻭَﺇِﻧَّﺎ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺭَﺍﺟِﻌُﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃْﺟُﺮْﻧِﻰ ﻓِﻰ ﻣُﺼِﻴﺒَﺘِﻰ
ﻭَﺃَﺧْﻠِﻒْ ﻟِﻰ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﺃَﺟَﺮَﻩُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓِﻰ ﻣُﺼِﻴﺒَﺘِﻪِ
ﻭَﺃَﺧْﻠَﻒَ ﻟَﻪُ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻨْﻬَﺎ.«ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺗُﻮُﻓِّﻰَ ﺃَﺑُﻮ
ﺳَﻠَﻤَﺔَ ﻗُﻠْﺖُ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﻣَﺮَﻧِﻰ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ-ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ-ﻓَﺄَﺧْﻠَﻒَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻰ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻨْﻪُ ﺭَﺳُﻮﻝَ
ﺍﻟﻠَّﻪِ-ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -.
“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu
musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna
ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa
akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah
milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah,
berilah ganjaran terhadap musibah yang
menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih
baik]”, maka Allah akan memberinya ganjaran
dalam musibahnya dan menggantinya dengan
yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah (suamiku)
wafat, aku pun menyebut do’a sebagaimana
yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami
yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(HR.Muslim)
Do’a yang disebutkan dalam hadits ini semestinya
diucapkan oleh seorang muslim ketika ia ditimpa
musibah dan sudah seharusnya ia pahami. Insyaa
Allah, dengan ini ia akan mendapatkan ganti yang
lebih baik.
Semoga semakin
ringan kita menghadapi musibah.
Semoga kita selalu dianugerahi kesabaran dari Allah SWT.

Sumberartikel muslim