Semakin Kuat Iman,Semakin Diuji
Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari
ayahnya, ia berkata,
ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻯُّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﺷَﺪُّ ﺑَﻼَﺀً
“Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling
berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjawab,
»ﺍﻷَﻧْﺒِﻴَﺎﺀُ ﺛُﻢَّ ﺍﻷَﻣْﺜَﻞُ ﻓَﺎﻷَﻣْﺜَﻞُ ﻓَﻴُﺒْﺘَﻠَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ
ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺴَﺐِ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﺩِﻳﻨُﻪُ ﺻُﻠْﺒًﺎ ﺍﺷْﺘَﺪَّ ﺑَﻼَﺅُﻩُ
ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻰ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﺭِﻗَّﺔٌ ﺍﺑْﺘُﻠِﻰَ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺴَﺐِ ﺩِﻳﻨِﻪِ ﻓَﻤَﺎ
ﻳَﺒْﺮَﺡُ ﺍﻟْﺒَﻼَﺀُ ﺑِﺎﻟْﻌَﺒْﺪِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺘْﺮُﻛَﻪُ ﻳَﻤْﺸِﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻷَﺭْﺽِ
ﻣَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺧَﻄِﻴﺌَﺔٌ«
“Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan
semisalnya lagi.
Seseorang akan diuji sesuai
dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya
begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula
ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan
diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang
hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan
hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan
bersih dari dosa.”(HR.Tirmidzi)
Di Balik Musibah,Pasti Ada Jalan Keluar
Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala
berfirman,
ﻓَﺈِﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
ﺇِﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)
Hal ini
menunjukkan bahwa bagaimana pun sulitnya,
akhir dari setiap kesulitan adalah kemudahan.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻭَﺃَﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮﺍً
“Bersama kesulitan, ada kemudahan.”(HR.Ahmad)
Merealisasikan Iman adalah dengan
Bersabar
‘Ali bin Abi Tholib mengatakan,
ﺍﻟﺼَّﺒْﺮُ ﻣِﻦَ ﺍﻹِﻳْﻤَﺎﻥِ ﺑِﻤَﻨْﺰِﻟَﺔِ ﺍﻟﺮَّﺃْﺱِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺠَﺴَﺪِ،
ﻭَﻟَﺎ ﺇِﻳْﻤَﺎﻥَ ﻟِﻤَﻦْ ﻻَ ﺻَﺒْﺮَ ﻟَﻪُ.
“Sabar dan iman adalah bagaikan kepala pada
jasad manusia. Oleh karenanya, tidak beriman
(dengan iman yang sempurna), jika seseorang
tidak memiliki kesabaran.”(Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis,hal 250)
Bersabar Dalam Musibah
Musibah datang dalam keadaan besar, yakni
terasa berat. Akan tetapi, lambat laut akan
menjadi ringan jika seseorang mau bersabar.
Bersabarlah Di Awal Musibah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟﺼَّﺒْﺮُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﺼَّﺪْﻣَﺔِ ﺍﻷُﻭﻟَﻰ
“Yang namanya sabar seharusnya dimulai ketika
awal ditimpa musibah.”(HR.Bukhari)
Itulah sabar yang
sebenarnya. Sabar yang sebenarnya bukanlah
ketika telah mengeluh lebih dulu di awal musibah.
Pahala Kesabaran
Ingatlah janji Allah,
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﻮَﻓَّﻰ ﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮُﻭﻥَ ﺃَﺟْﺮَﻫُﻢْ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣِﺴَﺎﺏٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar,
ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak
terhingga).” (QS. Az Zumar: 10).
Akan Mendapatkan Ganti yang Lebih Baik
Ummu Salamah -salah satu istri Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah
mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
ﺃُﻡَّ ﺳَﻠَﻤَﺔَ ﺯَﻭْﺝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ-ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ-
ﺗَﻘُﻮﻝُ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ-ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ-
ﻳَﻘُﻮﻝُ»ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻋَﺒْﺪٍ ﺗُﺼِﻴﺒُﻪُ ﻣُﺼِﻴﺒَﺔٌ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﺇِﻧَّﺎ ﻟِﻠَّﻪِ
ﻭَﺇِﻧَّﺎ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺭَﺍﺟِﻌُﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃْﺟُﺮْﻧِﻰ ﻓِﻰ ﻣُﺼِﻴﺒَﺘِﻰ
ﻭَﺃَﺧْﻠِﻒْ ﻟِﻰ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺇِﻻَّ ﺃَﺟَﺮَﻩُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻓِﻰ ﻣُﺼِﻴﺒَﺘِﻪِ
ﻭَﺃَﺧْﻠَﻒَ ﻟَﻪُ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻨْﻬَﺎ.«ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺗُﻮُﻓِّﻰَ ﺃَﺑُﻮ
ﺳَﻠَﻤَﺔَ ﻗُﻠْﺖُ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﻣَﺮَﻧِﻰ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ-ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ-ﻓَﺄَﺧْﻠَﻒَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻰ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻨْﻪُ ﺭَﺳُﻮﻝَ
ﺍﻟﻠَّﻪِ-ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ -.
“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu
musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna
ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa
akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah
milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah,
berilah ganjaran terhadap musibah yang
menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih
baik]”, maka Allah akan memberinya ganjaran
dalam musibahnya dan menggantinya dengan
yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah (suamiku)
wafat, aku pun menyebut do’a sebagaimana
yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami
yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(HR.Muslim)
Do’a yang disebutkan dalam hadits ini semestinya
diucapkan oleh seorang muslim ketika ia ditimpa
musibah dan sudah seharusnya ia pahami. Insyaa
Allah, dengan ini ia akan mendapatkan ganti yang
lebih baik.
Semoga semakin
ringan kita menghadapi musibah.
Semoga kita selalu dianugerahi kesabaran dari Allah SWT.
Sumberartikel muslim

No comments:
Post a Comment